It's All About Us

Hi teman2 semua...
Di blog ini aku hanya akan men-share-kan hal-hal yang berkaitan dengan Family, Kids, Dating and Premarital. Semua itu aku dapat dari pembinaan2 yang aku ikuti, buku-buku yang kubaca, dan juga tentunya pengalaman2ku sehari2 dengan keluarga, ibu2 di sekolah ivy dan teman2 di gereja. Sayang rasanya kalau apa yang ku dapat tidak bisa kubagikan buat orang lain...
So.. hope ini smua bisa berguna untuk kita semua.
Slamat membaca.. Tuhan berkati.

Senin, 27 Oktober 2008

Anak Bodoh...

Ada satu pertanyaan yang cukup mengganggu pikiranku. Apakah benar ada anak yang diciptakan "Bodoh"???
Bukankah Tuhan menciptakan manusia itu unik? bukan bodoh.
Kita sering mendengar kalimat seperti ini "Supaya pintar, anak harus di sekolahkan.. supaya tidak bodoh??" Hmmm.. kalau begitu apakah benar bahwa "Sekolah" dapat membuat seorang anak menjadi pintar?? Kalau iya.. kenapa seorang anak masih perlu les pelajaran di luar sekolah?? Lha ngapain aja tuh anak di sekolah?? Sudah bayar sekolah mahal-mahal.. eh masih kudu nge-les pelajaran lagi di luar. Wah kanker beneran nih (kantong kering... ;p)..
Aku mencoba merenungkan hal ini. Karena sebentar lagi Ivy akan masuk sekolah dasar. Sekolah apa ya yang harus ku pilih??
Beberapa hari yg lalu, aku bicara dengan temanku. Dia bilang, anaknya lebih ngerti ketika dijelaskan kembali oleh mamanya, daripada mendengar di sekolah. Mendengar hal itu aku disadarkan bahwa memang sekolah tidak akan mungkin memberikan kepintaran 100% kepada anak kita. Karena memang pendidikan yang sesungguhnya ada di rumah..
Lalu soal bodoh.. aku yakin tidak ada anak yg bodoh.. Bodoh itu ciptaan manusia. Terkadang, kitalah, para orang tua yang menciptakan kebodohan.
Anak disebut 'pintar', karena kebetulan kemampuan akademisnya menonjol, sehingga kita bisa bilang dia pintar. Anak "yang katanya bodoh", kebetulan juga yang dilihat kemampuan akademisnya saja yang kurang.. sehingga terlihat bodoh.. Tapi apa benar demikian??
Semua manusia punya kemampuannya masing2.. Yang sulit adalah, bagaimana kita sebagai orang tua dapat melihat kelebihan anaknya dan mengembangkannya, bukan malah menenggelamkannya sehingga tercipta anak bodoh..
Begitu pula institusi sekolah.. bagaimana para guru dapat melihat potensi seorang anak untuk dikembangkan. Bukan sekedar melihat nilai matematika atau fisikanya sempurna.. sehingga melulu nilai jadi patokan.. tapi melihat kemampuan lainnya...
Wah bakalan sulit deh kalo begitu..

Satu hal yang harus kita sama-sama sadari adalah.. kita menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Tapi terbaik yang seperti apa?? Apakah kita masih sama seperti orang tua-orang tua kita dulu?? Ingin punya anak bisa jadi dokter.. jadi insinyur.. jadi pengusaha sukses?? :(

Pernahkah kita berpikir.. aku ingin punya anak yang dapat melakukan hal-hal terbaik untuk Tuhan. Klise ya?? Sok rohanikah??

Aku pribadi sadar.. Ivy adalah pemberian Tuhan.. Tuhanlah yang menempatkan Ivy di dunia ini. Aku yakin Tuhan punya maksud. Dan kalaupun Ivy ditempatkan menjadi anakku, menjadi bagian dari keluargaku.. Pasti Tuhan punya tujuan.. sehingga sudah jelas Ivy harus menjadi seorang anak yang tidak mengecewakan Penciptanya. Aku merasa Ivy tidak bodoh.. karena masih banyak hal yg bisa kugali dari dalam dirinya yang dapat dikembangkan untuk memuliakan Tuhan.. Bagaimana dengan sekolah?? Aku juga yakin Tuhan juga sudah sediakan sekolah terbaik untuk Ivy yang dapat membentuk pribadinya menjadi pribadi yang taat pada Tuhan. Aku dan Rikky tetap harus menjadi guru Ivy yang terbaik.. Guru yang mau bertanggung jawab pada Tuhan atas pemberiannya.. yaitu Ivy.. (juga untuk anak ke2 ku nanti.. :))

So... how about you??

Selasa, 21 Oktober 2008

Pendidikan...

Pagi ini di sekolah ivy, kami para orang tua berkumpul untuk bersama-sama berbicara soal pendidikan anak, kemana kira-kira kita akan menyekolahkan anak-anak kita setelah selesai TK. Kenapa saat ini rasanya tidak semudah jaman kita dulu ya?? Sepertinya orang tua kita tidak terlalu pusing untuk memasukkan kita ke suatu sekolah. Mungkin.... (mungkin lho ya)... karena memang sekarang sekolah yang disodorkan sudah amat banyak.. dari yang beneran sekolahan ampe yang boongan (hehe.. maksudnya yang komersil gitu lho.. ga liat kualitas..). Dari yang kualitasnya bagus tapi bikin kantong bolong.. sampai yang ga jelas kualitasnya n tetep bikin kantong bolong... ;p Atau memang kondisi jaman yang sudah sangat berbeda dengan kita dulu.
Secara pribadi aku cukup memikirkan ivy untuk 2 tahun ke depan. 2 tahun lagi ivy akan masuk SD. Sampai saat ini aku sudah sangat puas dengan pendidikan yang diterimanya sekarang. Di Eureka Christian School, Kelapa Gading. Aku berani angkat jempol untuk sekolah ini. Tapi abis ini mau kemana??
Untuk masuk SMP atau SMA, mungkin pilihan sekolah yang baik masih terbayang di depan mata. Tapi untuk SD, kok belum kebayang ya?? Karena saat ini yang kubutuhkan untuk ivy adalah dasar dari pendidikan dan pembentukan karakter, spiritualitas dan behaviournya, bukan sekedar kepintaran akademis. Karena kalau saat ini hal-hal itu kuat dalam dirinya, nanti mau SMP, SMA, atau kuliah dimanapun juga, aku yakin ivy bisa membawa dirinya dengan baik.
Sebetulnya di luar itu semua, aku sadar, bahwa sekolah atau pendidikan terbaik adalah di rumah. Bersama dengan orang tua.
Nah masalahnya, kayak apa orang tuanya?? Iya kalau orang tuanya bisa jadi teladan untuk anak-anaknya... kalau enggak???
Huaaa.... mbulet banget ya... rasanya ingin nangis deh mikirin ini smua...
Puji Tuhan, sampai hari ini aku merasa bahwa aku dan rikky masih terbuka untuk terus dibentuk Tuhan. Berat sekali jalaninnya. Jadi orang tua sekaligus jadi guru untuk ivy..

Hmmm... masih belum ada jalan keluar nih.. Aku harus terus bergumul untuk hal ini.. Dan memang sepertinya selama ini aku belum terlalu serius untuk menggumulkan hal ini. Pertemuan tadi pagi mengingatkanku untuk memasukkan masalah pendidikan ivy ke dalam daftar rutin doaku. Aku ngga ingin jadi orang tua yang dengan mudah memasukkan ivy ke SD tertentu.. Aku ingin bener-bener doain hal ini...