It's All About Us

Hi teman2 semua...
Di blog ini aku hanya akan men-share-kan hal-hal yang berkaitan dengan Family, Kids, Dating and Premarital. Semua itu aku dapat dari pembinaan2 yang aku ikuti, buku-buku yang kubaca, dan juga tentunya pengalaman2ku sehari2 dengan keluarga, ibu2 di sekolah ivy dan teman2 di gereja. Sayang rasanya kalau apa yang ku dapat tidak bisa kubagikan buat orang lain...
So.. hope ini smua bisa berguna untuk kita semua.
Slamat membaca.. Tuhan berkati.

Selasa, 02 Desember 2008

USG


Hari Selasa kemaren menjadi hari yang mendebarkan untukku.. Aku harus menjalankan USG 2 dimensi. Sebenernya sih siap ga siap aku untuk menjalaninya. Aku takut kalau ada sesuatu yang tidak normal terjadi pada my baby.. bagaimana ya aku menghadapinya?? Mendingan ga tau sama sekali deh.. tapi apa boleh buat, peraturan rumah sakit sekarang, aku harus menjalankan USG 2 atau 4 dimensi setelah masa kehamilan 5 bulan...
Menunggu di ruang tunggu sendirian (rikky sedang antar Ivy ke sekolah).. rasa deg-deg-an masih aja menyelimuti diriku.. Tapi aku harus siap.. (kataku sendiri dalam hati..). Menunggu selama kurang lebih 1,5 jam.. akhirnya aku masuk juga ke ruang USG. Dokter menyambutku dengan senyum manisnya. "Silahkan bu naik ke tempat tidur.. langsung saya USG.." Hiiii... apa yang akan kulihat ya??? Lalu mulailah dia memutar2 alat USG itu diatas perutku.. Wow si baby kelihatan lho.. Dari kepala sampai ujung kaki semua dia periksa. Sampai jenis kelaminnya pun bisa dilihat.. Seluruh isi tubuhnya didiagnosa normal.. Tapi memang yang belum jelas terlihat adalah telinganya.. Wah.. lucu sekali ya.. Rikky juga terlihat excited melihat hasil USG di layar monitor, dan bertanya sana sini..
Ada sedikit kelegaan dalam hatiku ketika mengetahui hasil USG semuanya baik adanya. Tapi bagaimanapun juga yang terpenting nanti adalah setelah si mungil ini lahir.. aku harus sekali lagi (bersama rikky..) bekerja keras untuk mendidik dia menjadi seorang anak gadis yang cinta Tuhan.. I just keep praying.. "God help me to be a good mom for my two girls. Make them love You more than evrything.."... Yah.. kita tunggu saja saatnya nanti.. Cannot waiting for see you in April... Mommy and Daddy love you dear... And so do Jesus...

Its Christmas time....

Wuihhh.. tak terasa ya waktu itu terus berjalan dengan cepat... And now its time for Christmas.. Bicara soal natal, apa ya yang akan ku kerjakan di natal tahun ini... bersama dengan keluarga tercinta..
Entah bagaimana, aku merasa tahun ini natal lebih terasa dirumah ini. Dari awal bulan (tepatnya bbrp hari sebelum desember..) Rikky sudah sering mendengarkan lagu2 natal, baik di mobil maupun melalui macbook-nya ketika dia sedang mengerjakan sesuatu.. Apalagi ya?? Hmm.. mungkin hiasan belum terpasang, tapi semangat natal di kelompok kecil kami mulai terasa menyenangkan.. kami sudah mulai memikirkan untuk ikut caroling dan mengadakan natal kelompok kecil.. Wah asiikkkk nih..
Tapi apa ya cuma itu??

Di akhir minggu bulan November lalu, Pdt. Bob Jokiman menyampaikan firman yang sangat mengena di hatiku.. Sebagai orang yang sudah Tuhan selamatkan, apa ya yang dapat kulakukan dalam hidupku?? Bermisikah?? pergi menjadi misionaris?? Hmm.. rasanya aku belum mampu melakukannya saat ini. Tapi mosok tidak ada hal lain yang bisa kulakukan?? Sejenak terbersit di kepalaku.. Wah.. aku bisa mulai dari keluarga kecilku ini.. Aku kan bisa berdoa.. ;p
Langsung saja keluar ide untuk mengisi natal tahun 2008 ini.. aku ingin membuat natal tahun ini lebih berkesan..
Tepat hari minggu sore, aku ajak Ivy untuk membuat sebuah kalender doa.. Aku ajak dia untuk menghias kalender tersebut.. Wah dia seneng sekali.. so excited.. Dan dia semakin excited ketika dia tau bahwa kalender ini dibuat untuk menjadi kalender doa keluarga selama 1 bulan ini. Aku tanya ke Ivy "Ivy mau doain siapa saja?? selama 1 bulan ini.." Lalu dia sebutkan semua teman2 sekelasnya dan juga guru2nya.. satu demi satu nama di tuliskan di kalender.. hari demi hari.. Lalu aku juga menuliskan nama-nama yang ingin ku doakan.. tinggal menunggu rikky nih (kebetulan malam itu rikky sedang pergi reuni dengan teman2nya..) Dasih pun ku ajak untuk menuliskan orang-orang yang ingin dia doakan...
Wah.. jadi menarik sekali.. Kami tempel kalender itu di tembok.. Kupandangi kalender itu.. sambil berkata dalam hati.. "Aku harus jalankan ini semua.. jangan hanya jadi pajangan.."

Memang baru berjalan 2 malam.. tapi aku merasa sukacita ketika waktu doa kami bisa kami pakai untuk mendoakan orang lain.. Ivy pun tidak pernah lupa untuk mendoakan teman2nya..
So how bout you?? What are you doing in this christmas??
Merry Christmas.... ;p

Minggu, 30 November 2008

Candle in The Dark...

3 hari yang lalu, di gerejaku sedang ada gerakan misi selama 3 hari berturut2. Selama 2 hari, aku-rikky dan ivy mengikuti acara tersebut. Hari Jumat kami nonton film "Candle in The Dark-William Carey" Ivy cukup interest ketika nonton film itu.. lalu ketika dia melihat pameran/galery hudson taylor di ruang serbaguna.. wah banyak bertanya deh pokoknya..
Lalu hari ini dia memaksa untuk maju "show n tell" di kelas.. padahal jadwalnya dia baru besok.. berhubung besok dia ada acara khusus di sekolah, jadinya ga ada show n tell.. makanya dia ngotot tetep pengen show n tell walaupun harinya dimajuin..
Ketika mencoba membantu Ivy utk persiapan show n tell hari ini, saya bertanya "apa yang mau Ivy critakan sama temen2...??" Lalu sambil sama-sama berpikir... tiba2 timbul satu ide yaitu about "Being candle in the dark".. Hari ini Ivy bawa lilin.. dan dia mau bagi2 kan ke temen2.. dan dia akan mencoba menjelaskan bahwa di hari Natal ini, Yesus lahir ke dunia untuk menyelamatkan kita dari dosa.. dan Yesus juga ingin supaya kita semua orang yang sudah diselamatkan, dapat menjadi terang di kegelapan.. Dan nanti dia akan minta semua lilin dinyalakan.. dalam ruangan yang terang maka sinarnya tidak akan terang.. ya biasa saja.. tapi nanti dia akan minta teachernya untuk matikan lampu ruangan, sehingga dia bisa bilang ke temen2nya bahwa menjadi lilin di tengah kegelapan.. maka terangnya akan lebih bercahaya dan berguna...
Wah bisa ga ya?? Jadi ga sabar nunggu nanti pulang sekolah.. Apa ya yang Ivy sampaikan?? Apakah sesuai dengan persiapannya di rumah?? Tapi apapun itu.. bagiku cukuplah saat ini bagi Ivy untuk dia benar2 mengerti, apa arti jadi terang di dalam kegelapan...

Kurban...

Pagi ini brangkat anter ivy sekolah... kami melewati banyak sekali kambing yang terikat di pohon2.. Ivy bertanya "ma.. ada apa dengan kambing2 itu.. kok banyak?" lalu ku jelaskan bahwa kambing2 itu utk kurban.. "Kurban itu apa ma??" nah ini dia nih.. pertanyaan yg pasti keluar dari mulut si ucrit..
Sedikit memutar otak.. akhirnya aku cerita soal Abraham ketika dengan ketaatannya dia mau memberikan Ishak sebagai kurban walaupun akhirnya Tuhan memberikan kambing domba sebagai ganti Ishak, karena abraham taat pada Allah. Lalu aku lanjutkan lagi bahwa setelah Yesus datang ke dunia, Dia tidak menginginkan kurban itu.. yang Dia inginkan adalah persembahan yang lain.. Eh tiba2 Ivy nyeletuk "persembahan uang ya ma??" hehehe.. anak memang bener2 polos.. ya kujelaskan lagi klo Tuhan inginkan persembahan hidup kita.. Hidup kita untuk mau melayani Tuhan sepenuh hati kita.. Dan Ivy mengiyakan.. "Aku mau kok pelayanan.." Wah pagi ini aku penuh senyum deh.. Mendapatkan pembicaraan yang indah dengan Ivy.. pagi ini paling tidak Ivy tau nilai atau arti kurban/persembahan yang Tuhan inginkan.
Memang perlu lho ngobrol sama anak.. kadang dari hal2 simple yang kita temui sehari-hari banyak pelajaran yang kita bisa share sama anak..
Seandainya tiap pagi seperti ini.... :p

Kamis, 20 November 2008

Kaya...

Suatu hari ivy pernah nanya begini sama papanya.. "Pa.. kok kita ga kaya sih??" Lalu saya tanya balik, "emangnya kaya itu apa vy??" dia terdiam dan nanya balik sama papanya "Kaya itu apa sih pa??"
Hehe.. percakapan yang menarik ya.. Anak kecil suka menanyakan sesuatu yang sebenernya dia ga ngerti. Lalu rikky menjawab dengan bijaksana.. (thats my lovely husband ;p) "vy.. orang kaya adalah orang yang bisa bersyukur. Dengan menyadari semua adalah anugrah Tuhan. Kalaupun orang punya banyak uang.. tapi kalau tidak pernah bisa bersyukur.. maka dia bukanlah orang yang kaya..."
Ivy mendengarkan jawaban itu dengan sangat serius sekali. Lucu deh mukanya. Tapi paling tidak, dia mengerti bahwa kekayaan harta bukanlah segalanya kalau kita tidak pernah bisa mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan sama kita, di kehidupan ini tentunya.

Lalu beberapa minggu kemudian, dalam perjalanan pulang les piano, ivy tanya "Ma, kok temen2 pada ga ditemenin mamanya sih.. kok malah nannynya??" ya aku jawab "Mamanya mungkin pada kerja, cari uang.. jadinya sibuk.. ga sempet anter n temenin anaknya les.." Lalu tiba2 aku teringat sesuatu dan coba membukakan percakapan ini dengan ivy
"
vy.. kamu lebih seneng mama kerja lagi ga?? cari uang yang banyak, bantu papa, uang kita jadi banyak.. kita jadi orang kaya.. bisa beli rumah di sunter. Tapi mama ga bisa temenin kamu, ga bisa jemput kamu sekolah..." (ika)
" Lha yang nemenin ivy siapa??" (ivy)
"Ya mbak acih... yg jemput ivy, nemenin sekolah, nemenin di rumah ampe sore.."(ika)
"Hmmm.... bole deh ma.. mama kerja lagi.. biar uang kita banyak..."(ivy)
Wah surprise juga nih denger jawabannya... tapi ga lama kemudian ivy buka suara...
"Ma..tapi kayaknya kita hidup begini juga dah cukup kok, yang penting ivy bisa sama mama. Ivy ga mau sama mbak..". ,lalu dia pegang tanganku yang lagi pegang setir... hehehe ;p
Thats my girl.. aku cukup mengenal ivy.. bagaimanapun kami sering berantem.. tapi bonding kami kuat sekali. Dan senang sekali bisa mendengar dia belajar mensyukuri hidupnya. Dan saat ini kekayaan terbesarku adalah rikky, ivy, dan anak ke2 ku yang akan keluar 4 bulan lagi.. Kekayaan yang ga akan pernah bisa terganti... punya keluarga yang saling mengasihi.. dan yang pasti punya keluarga yang mengasihi Tuhan. I love you ky..vy.. mmuuaahhhh....

Senin, 03 November 2008

Trust, Respect & Love

Sering kita dengar, atau mungkin baca di buku2, bahwa dalam menjalin hubungan, 3 hal ini harus ada di dalamnya. Ada trust, respect n love diantara satu sama lain. Tapi entah kenapa 3 hal ini terlihat abstrak di mata para pasangan2 yang sedang jatuh cinta.. Sehingga ketika 3 hal ini dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan, pasti sulit diterima.. seakan mengada-ada..
Kayaknya lebih nyata kalau alasan putus itu karena ada pihak ketiga, selingkuh, ya hal-hal seperti itulah... Padahal akarnya sama, selingkuh karena sudah ga ada trust, respect n love...
Sebenernya apa sih yang dimaksud dengan 3 hal itu?

Love..
Udah jelas lah ya.. klo tidak ada 'love' mana mungkin bisa ada hubungan yang terjalin. Tapi 'love' yang seperti apa?? nah love itu sendiri juga punya segitiga lho.. yaitu antara pria-wanita-Tuhan. Kalo 'love'nya tidak ada Tuhan di dalamnya, wah mesti ditanyain tuh.. 'love' karena apa?? fisik kah?? kekayaan kah?? atau apa?? 'Love' yang didalamnya ada Tuhan, dah pasti akan terus belajar menerima kekurangan masing2, dan sudah pasti hubungan ini terus indah dihadapan Tuhan. Lalu apakah cinta bisa dibangun?? Mungkin bisa sih?? tapi ga mudah. Butuh pengorbanan pastinya. Jadi bagaimana denganmu??

Trust..
Nah yang ini penting banget lho, khususnya setelah menikah. Kalo kita ga bisa trust sama pasangan kita, maka sudah jelas hubungan itu menjadi tidak sehat. Segala sesuatu yang dilakukan atau dikerjakan menjadi tidak murni. Semua penuh kecurigaan. Wajar kalo sekarang banyak acara di televisi yang memperlihatkan ketidakpercayaan terhadap pasangan (mata-mata, playboy kabel, termehek-mehek.. apalah semua yang berbau begituan..). Itu dasarnya jelas.. sudah tidak ada 'trust'. Dalam pernikahan hal ini sangat penting. Karena, walaupun 2 orang sudah berkomitmen dihadapan Tuhan, apabila sudah tidak ada trust diantara mereka dari masa berpacaran , maka hidup pernikahannya akan mengalami struggle yang luar biasa. Bangunlah trust sejak masa berpacaran, kalau sudah menikah tidak mudah membangun trust lho..

Respect..
Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa seorang istri harus tunduk kepada suami, dan suami harus mengasihi istrinya. Kalau dari pacaran sudah sulit untuk saling menghormati bagaimana nanti menikah?? Menghormati yang seperti apa sih?? Ketika sedang berdiskusi, bisa menghormati pendapat atau usulan pasangan walau belum tentu benar pendapatnya. Timbul dari dalam hati rasa kekaguman terhadap pasangan (bukan bersifat fisik ya.. boleh sih.. tapi bukan itu yang utama), bangga terhadapnya.. Dan bangga menjadi pasangannya..
Hal ini pun sama seperti 'trust', kalau dari pacaran rasa 'respect' sudah tidak ada.. akan sulit untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pernikahan tanpa rasa 'respect' yang akan terjadi adalah suami-istri jalan masing2... :( kayak apa tuh rasanya?? mau mengalaminya?? :<

3 hal ini memang kesannya abstrak, tapi jadi basic bagi pasangan yang sedang berpacaran. Bangunlah ke 3 hal ini selama masih berpacaran.. tapi seandainya, dengan berjalannya waktu, tidak ada ke 3 hal ini dalam hubungan kalian,.... ya pikir baik-baik. Pernikahan lebih complicated dari pacaran.. Selamat pacaran dan terus bergumul... (special for my dear sisters in Christ pw, elv, shy, nn.. keep struggle ya...)

Senin, 27 Oktober 2008

Anak Bodoh...

Ada satu pertanyaan yang cukup mengganggu pikiranku. Apakah benar ada anak yang diciptakan "Bodoh"???
Bukankah Tuhan menciptakan manusia itu unik? bukan bodoh.
Kita sering mendengar kalimat seperti ini "Supaya pintar, anak harus di sekolahkan.. supaya tidak bodoh??" Hmmm.. kalau begitu apakah benar bahwa "Sekolah" dapat membuat seorang anak menjadi pintar?? Kalau iya.. kenapa seorang anak masih perlu les pelajaran di luar sekolah?? Lha ngapain aja tuh anak di sekolah?? Sudah bayar sekolah mahal-mahal.. eh masih kudu nge-les pelajaran lagi di luar. Wah kanker beneran nih (kantong kering... ;p)..
Aku mencoba merenungkan hal ini. Karena sebentar lagi Ivy akan masuk sekolah dasar. Sekolah apa ya yang harus ku pilih??
Beberapa hari yg lalu, aku bicara dengan temanku. Dia bilang, anaknya lebih ngerti ketika dijelaskan kembali oleh mamanya, daripada mendengar di sekolah. Mendengar hal itu aku disadarkan bahwa memang sekolah tidak akan mungkin memberikan kepintaran 100% kepada anak kita. Karena memang pendidikan yang sesungguhnya ada di rumah..
Lalu soal bodoh.. aku yakin tidak ada anak yg bodoh.. Bodoh itu ciptaan manusia. Terkadang, kitalah, para orang tua yang menciptakan kebodohan.
Anak disebut 'pintar', karena kebetulan kemampuan akademisnya menonjol, sehingga kita bisa bilang dia pintar. Anak "yang katanya bodoh", kebetulan juga yang dilihat kemampuan akademisnya saja yang kurang.. sehingga terlihat bodoh.. Tapi apa benar demikian??
Semua manusia punya kemampuannya masing2.. Yang sulit adalah, bagaimana kita sebagai orang tua dapat melihat kelebihan anaknya dan mengembangkannya, bukan malah menenggelamkannya sehingga tercipta anak bodoh..
Begitu pula institusi sekolah.. bagaimana para guru dapat melihat potensi seorang anak untuk dikembangkan. Bukan sekedar melihat nilai matematika atau fisikanya sempurna.. sehingga melulu nilai jadi patokan.. tapi melihat kemampuan lainnya...
Wah bakalan sulit deh kalo begitu..

Satu hal yang harus kita sama-sama sadari adalah.. kita menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Tapi terbaik yang seperti apa?? Apakah kita masih sama seperti orang tua-orang tua kita dulu?? Ingin punya anak bisa jadi dokter.. jadi insinyur.. jadi pengusaha sukses?? :(

Pernahkah kita berpikir.. aku ingin punya anak yang dapat melakukan hal-hal terbaik untuk Tuhan. Klise ya?? Sok rohanikah??

Aku pribadi sadar.. Ivy adalah pemberian Tuhan.. Tuhanlah yang menempatkan Ivy di dunia ini. Aku yakin Tuhan punya maksud. Dan kalaupun Ivy ditempatkan menjadi anakku, menjadi bagian dari keluargaku.. Pasti Tuhan punya tujuan.. sehingga sudah jelas Ivy harus menjadi seorang anak yang tidak mengecewakan Penciptanya. Aku merasa Ivy tidak bodoh.. karena masih banyak hal yg bisa kugali dari dalam dirinya yang dapat dikembangkan untuk memuliakan Tuhan.. Bagaimana dengan sekolah?? Aku juga yakin Tuhan juga sudah sediakan sekolah terbaik untuk Ivy yang dapat membentuk pribadinya menjadi pribadi yang taat pada Tuhan. Aku dan Rikky tetap harus menjadi guru Ivy yang terbaik.. Guru yang mau bertanggung jawab pada Tuhan atas pemberiannya.. yaitu Ivy.. (juga untuk anak ke2 ku nanti.. :))

So... how about you??

Selasa, 21 Oktober 2008

Pendidikan...

Pagi ini di sekolah ivy, kami para orang tua berkumpul untuk bersama-sama berbicara soal pendidikan anak, kemana kira-kira kita akan menyekolahkan anak-anak kita setelah selesai TK. Kenapa saat ini rasanya tidak semudah jaman kita dulu ya?? Sepertinya orang tua kita tidak terlalu pusing untuk memasukkan kita ke suatu sekolah. Mungkin.... (mungkin lho ya)... karena memang sekarang sekolah yang disodorkan sudah amat banyak.. dari yang beneran sekolahan ampe yang boongan (hehe.. maksudnya yang komersil gitu lho.. ga liat kualitas..). Dari yang kualitasnya bagus tapi bikin kantong bolong.. sampai yang ga jelas kualitasnya n tetep bikin kantong bolong... ;p Atau memang kondisi jaman yang sudah sangat berbeda dengan kita dulu.
Secara pribadi aku cukup memikirkan ivy untuk 2 tahun ke depan. 2 tahun lagi ivy akan masuk SD. Sampai saat ini aku sudah sangat puas dengan pendidikan yang diterimanya sekarang. Di Eureka Christian School, Kelapa Gading. Aku berani angkat jempol untuk sekolah ini. Tapi abis ini mau kemana??
Untuk masuk SMP atau SMA, mungkin pilihan sekolah yang baik masih terbayang di depan mata. Tapi untuk SD, kok belum kebayang ya?? Karena saat ini yang kubutuhkan untuk ivy adalah dasar dari pendidikan dan pembentukan karakter, spiritualitas dan behaviournya, bukan sekedar kepintaran akademis. Karena kalau saat ini hal-hal itu kuat dalam dirinya, nanti mau SMP, SMA, atau kuliah dimanapun juga, aku yakin ivy bisa membawa dirinya dengan baik.
Sebetulnya di luar itu semua, aku sadar, bahwa sekolah atau pendidikan terbaik adalah di rumah. Bersama dengan orang tua.
Nah masalahnya, kayak apa orang tuanya?? Iya kalau orang tuanya bisa jadi teladan untuk anak-anaknya... kalau enggak???
Huaaa.... mbulet banget ya... rasanya ingin nangis deh mikirin ini smua...
Puji Tuhan, sampai hari ini aku merasa bahwa aku dan rikky masih terbuka untuk terus dibentuk Tuhan. Berat sekali jalaninnya. Jadi orang tua sekaligus jadi guru untuk ivy..

Hmmm... masih belum ada jalan keluar nih.. Aku harus terus bergumul untuk hal ini.. Dan memang sepertinya selama ini aku belum terlalu serius untuk menggumulkan hal ini. Pertemuan tadi pagi mengingatkanku untuk memasukkan masalah pendidikan ivy ke dalam daftar rutin doaku. Aku ngga ingin jadi orang tua yang dengan mudah memasukkan ivy ke SD tertentu.. Aku ingin bener-bener doain hal ini...

Rabu, 13 Agustus 2008

Romantic Singapore

tgl 5 - 9 agustus kemaren kami bertiga pergi jalan-jalan ke singapore. Liburan ini memang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari. Dan pas tgl 5 itu bertepatan dengan bday aku. Surprise banget buat aku, sekali lagi rikky bikin surprise buat aku. Di Merlion park (bareng ivy and eirene-my gokil friend..), rikky bikin surprise dengan membawakan kue tart kecil n bunga mawar untuk aku. Aku terharu sekali... seneng dan tidak bisa bicara apa-apa. That's my husband.. Ulang tahun kali ini bener2 berkesan untuk aku pribadi.
Liburan bersama keluarga memang menyenangkan. Selama kurang lebih 5 hari itu, kami banyak jalan. Dari satu tempat ke tempat yang lain. Ivy pun banyak mendapatkan hal yang menyenangkan disana. Dan tentunya pengalaman baru utk dia. Dengan liburan bersama seperti ini, paling engga semakin membuat kami ber3 tambah dekat. Yang kami bisa pelajari dari liburan ini adalah "selalu bersyukur". Thanks God for evrything. Ini juga yang kami tidak cape-capenya tekankan ke Ivy. Karena selama perjalanan pasti ada tingkah rewelnya, karena ada hal-hal yang tidak kami penuhi. Dan itulah yang bisa kami simpulkan dari liburan ini. Thanks God for Your Love....

Senin, 02 Juni 2008

Apresiasi

Bicara soal apresiasi tentu bukan hal yang mudah. Ketika orang sudah berusaha keras tapi tidak mendapat apresiasi, tentu dia akan mengalami yang namanya 'patah semangat', sepertinya tidak ada yang menghargai usahanya. Tapi terlalu banyak apresiasi juga dapat membuat orang terbuai dan besar kepala.... Hmmm.... susah-susah gampang ya...

Untuk anak, apresiasi itu penting. Tentunya untuk membangkitkan semangatnya, dan membuat dia tahu bahwa dia dihargai dan perbuatannya benar dan baik. Tapi kira-kira apa saja sih bentuk apresiasi?? apa melulu berupa hadiah 'benda'? wah bisa miskin aku... he..he.. ;p
Bentuk apresiasi bisa macem2... selain hadiah tentunya, ada pelukan, kata-kata yang menyatakan bahwa kita senang atau bangga, pujian, belaian, dan lain sebagainya...

Yang selama ini aku praktekkan ke ivy adalah dengan pemberian hadiah... dan ternyata lama kelamaan ivy ketagihan hadiah walau itu hanya sekedar stiker, makanan, ataupun sampai berupa mainan. Aku rasa aku melakukan hal yang salah...
Aku menanamkan pada dirinya suatu hal yang tidak baik, sifatnya jadi materialisme...
Secara perlahan kuganti bahasa apresiasiku dengan pelukan dan pujian.. Pada awalnya ivy sulit menerima, karena dia terbiasa dengan 'barang'. Tapi aku terus kasih kepadanya pengertian, bahwa dengan memeluknya itu sebagai tanda ketulusanku dan kebanggaanku kepadanya. Ivy makin lama makin merasakan hal itu... Now dia senang sekali dipeluk.. Malah dia bisa kasih hal yang sama buat aku untuk menyatakan rasa sayangnya kepadaku.

Apresiasi itu penting dan menjadi berarti ketika itu keluar dengan tulus dari dalam hati. Hadiah barang boleh sekali-kali diberikan, tapi pelukan, pujian dan belaian yang tulus merupakan apresiasi termurah tapi mempunyai nilai tertinggi.
Selamat berapresiasi...

Minggu, 16 Maret 2008

The Right Beginning

Beberapa waktu belakangan ini, aku n rikky banyak mendengar tentang memulai sesuatu yang benar di dalam keluarga. Selain hubungan dengan Tuhan, hubungan antara suami-istri harus didahulukan. Anak nomer selanjutnya. Kedengarannya mungkin kurang enak. Kok bisa-bisanya anak dinomorsekiankan... :( tapi memang demikian seharusnya.
Didalam proses penciptaan, Allah menciptakan "wanita" bagi adam, sebagai penolong yang sepadan. Sehingga relasi antara suami-istri menjadi satu hal yang utama di mata Allah. Hmmm... Aku pikir-pikir bener juga sih... Kalau hubungan suami-istri baik, pasti anak-anakpun akan merasa secure dalam keluarga. Kasus anak2 yang 'rusak' kalau mau dilihat2 selain pengaruh pola asuh ortu, juga karena hubungan pasutri yang dah ga harmonis lagi. Yang broken home lah.. yang kehilangan figur ayah.. dll.
Wah serem rasanya kalau bayangin hal itu terjadi sama ivy.
Kembali pada masa pacaran.. kok kayaknya susah ya... Tapi harus lho!! Mesti jadwalin dating lagi secara rutin, anak diusahakan sudah bisa tidur sendiri (wah yang ini aku masih susah nih... lha kamar cuma 1.. ha..ha..ha..), kalo bisa honeymoon 1 tahun 1 kali.
Aku n rikky mau mencoba hal ini. So far ivy dah bisa ditinggal sendiri (tepatnya dititipin sama omanya..;p).
Awal yang benar dalam kehidupan rumah tangga, adalah seberapa baiknya dan mesranya hubungan suami-istri bersama Tuhan. Selamat dating lagi...

Jumat, 29 Februari 2008

Reward...

Anak-anak paling seneng kalo dikasih hadiah.. Dan hal inilah yang lumayan sering kita pake supaya anak-anak kita obey sama kita... Agak-agak nyogok gitu...;p "kalo hari ini kamu pinter makannya, nti mama kasih permen.." or "kalo hari ini kamu ga nakal di sekolah, nti mama beliin buku cerita.." dll deh... Boleh ga ya??
Na kali ini aku mau sharing mengenai hal ini.. Reward berkaitan dengan pembentukan kedisiplinan dan ketaatan anak lho.. Ini aku juga dapet dari mom's academy di sekolah Ivy..
Jadi begini ya .... :
Ada 2 hal yang bisa kita lihat dalam diri anak kita, yaitu :
1. Pembentukan karakter
2. Skill

Kalau berhubungan dengan karakter, tabu lho kalau kita mengiming-imingi hadiah supaya dia berlaku baik. Karena karakter adalah sesuatu yang membentuk pribadi anak, akan seperti apakah dia nantinya. Kalau terus-terusan hadiah yang kita berikan, maka timbul kemungkinan terbesar anak kita akan berlaku baik kalo ada hadiahnya. Bukan karena dia tahu itu memang 'perilaku baik' yang harus dijalankan. Reward terbaik yang bisa kita berikan sama anak-anak berkaitan dengan karakter :
1. Verbal. berupa kata-kata seperti : "Hari ini kamu baik sekali, mama senang kamu bisa jadi contoh untuk adik kamu" Atau "Terimakasih ya nak.. kamu sudah bantu mama dengan membersihkan kamarmu sendiri, mama merasa kamu bisa jadi anak yang mama percaya.." dsbnya. Susah pasti ngomong begitu dengan tulus. Tapi believe deh.. anak2 kita seneng banget pasti kalo dipuji.. ampe gede juga seneng kan kalo dipuji ;p
2. Reward. Nah hadiah sih boleh2 aja dikasih, tapi bukan diiming-imingi dari awal. Misalnya, anak sudah bisa bangun pagi sendiri dan mempersiapkan diri ke sekolah dengan baik, tanpa rewel2.. lalu melihat hal itu bisa aja kita bilang "Nak, mama bangga sama kamu hari ini, nanti pulang sekolah mama mau ajak kamu makan pizza sebagai rasa sukacita mama hari ini karena liat anak mama pagi ini baik sekali.. mau ya??" Nah itu kan jadi hal yang tak diduga2.. dan pasti dia akan merasa excited.

Tapi kalau berkaitan dengan skill, selain kata-kata verbal yang kita berikan, kita boleh iming2i hadiah buat dia. Seperti "Kalau hari ini kamu bisa buat letter A sampai E mama akan kasih kamu sticker", atau "Hari ini kalau kamu mau latihan piano 30menit, mama akan kasih kamu sticker 1 lembar" dll. Kalau bisa, reward sesuai dengan tingkat skillnya. Kalau hanya sekedar untuk memacu 'kemauan latihan skill' kasih reward yang tidak terlalu besar nilainya. Tapi kalau misalnya anak lulus dari ujian balet, boleh kita kasih hadiah yang lebih besar nilainya.

Aku sendiri dah coba hal ini sama Ivy... karena awalnya dah salah (aku suka iming-imingi dia hadiah... he..he.. supaya Ivy obey ama aku), maka sampai saat ini walaupun tidak aku iming-imingi tetep aja Ivy minta hadiah.. ;p tapi so far sedikit demi sedikit Ivy dah lumayan ngerti bahwa perilaku baik yang dia lakukan itu memang harus dia lakukan dan dia tau itu semua menyenangkan hati Tuhan. Beberapa kali kalau dia sadar dia lagi nakal, ga obey, setelah itu dia bisa bilang "Ma.. Tuhan sedih ya kalo aku nakal??" Aku jawab "Iya. Mama papa juga sedih. Kamu mau minta maaf ga sama Tuhan??" Lalu sambil nangis Ivy doa "Tuhan ampuni Ivy ya.. dah nakal sama mama papa, ga obey sama Tuhan.." Wah waktu melihat Ivy berdoa seperti itu rasanya seneng banget hatiku.. jadi terharu n bangga bisa liat Ivy ngerti arti kata forgiveness. Ya walaupun abis itu Ivy suka tetep mengulangi ketidaktaatannya.. tapi bagi aku Ivy dah ngerti apa itu ketaatan sebenernya.
So.. kapan mau coba ke anak-anak kalian?? Coba deh.. n kudu sabar ya... God with you always..

Rabu, 27 Februari 2008

KONFLIK

Katanya nih ya... kalau pengen tau sifat orang seperti apa, kita bisa lihat dari caranya menghadapi konflik.
Konflik... menyingkapkan diri masing-masing.
Konflik yang terselesaikan.. dapat membuat pertumbuhan
Konflik merupakan indikator quality of relationship....
Jadi jangan pernah takut untuk konflik...
Lagi pacaran.... kudu konflik... biar kita tahu siapa pasangan kita sebenernya...
Dah Nikah.... konflik melulu... ha..ha.. wajar kok.. tapi yang penting adalah bagaimana kita menyelesaikan konfliknya...

Selamat berkonflik... dan selamat menyelesaikannya.

Selasa, 19 Februari 2008

Obedience

Di mom's academy tgl. 19 Feb'08 aku belajar soal 'bagaimana supaya anak bisa taat?'. Dan ternyata semua masalah mami2 sama... anak-anak yang sulit sekali langsung berkata "yes mommy" ketika diperintahkan atau diminta sesuatu hal.
Di kelas kali ini ada beberapa hal yang bisa dicatat dari apa yang Ms Anne Kartawijaya sampaikan. It's all about "OBEDIENCE".

Kira-kira apa ya yang menyebabkan ketidaktaatan seorang anak?
1. DOUBLE STANDARD
adanya standard yang berbeda antara suami-istri, mertua, mungkin juga dengan suster/pembantu. Maksudnya double standard adalah standard yang dibuat berbeda antara satu dengan yang lain. Mama bilang anak hanya boleh makan permen maximum 1 dalam 1 hari. Tapi oma kasih lebih banyak permen. Atau mami tidak bolehkan ini.. papi bolehkan.. dan lain sebagainya....
Hmmm.. so far sih aku n rikky lumayan kompak ya.. dasih juga kooperatif. Paling oma-oma atau opa-opa.. tapi ivy jarang sih ketemu mereka :)
Jadi seharusnya pakai standard apa ya?? Ya yang jelas adalah "STANDARD ALKITAB", bagaimana mengaplikasikan Firman Tuhan dalam mendidik anak kita.

2. CHILD CENTERED (vs GOD CENTERED)
kita bisa tau apakah anak bener2 jadi center kita atau tidak, paling tidak dari 2 hal ini :
1. siapa yang lebih kita pentingkan? suami atau anak? kalau kita biarkan suami tidur di bawah
lalu anak tidur sama kita.. so?? He..he.. maap ya rik kalo aku suka melakukannya :)
2. seberapa banyak uang yang kita habiskan untuk anak? beli mainan ini.. baju itu.. makanan
itu.. dll. Bole ga?? Bole-bole aja sih tapi kalau sampai 80-90% budget kita hanya untuk itu,
bijaksanakah??? ups.. he..he.. sekali lagi maap ya ky...

3. MIS COMMUNICATION
soal komunikasi ada buku bagus tentang 5 bahasa kasih untuk anak, yang mungkin tanpa kita sadari sebenernya kita sudah tau 5 bahasa kasih ini, cuma ga dilaksanain aja..
1. Verbal - perkataan, ct: "aduh kamu pinter ya.. mama sayang sama kamu.."
2. Physical (sentuhan, ciuman, pelukan)
3. Gifts / Hadiah
4. Service (apa yang kita lakukan untuk anak, seperti membantunya melakukan sesuatu, dll)
5. Special Moments (rayakan b'day, spend time together.. kasih waktu khusus untuk bisa
bicara atau bermain dengan anak)
Kalo anak kurang mendapatkan 5 hal diatas, mereka bisa merasa :
1. insecure
2. bad mood
3. curiosity

4. LACK FIGURE OF AUTHORITY
Figur ayah amat menentukan prilaku anak. Apakah ayah seorang yang sangat pasif dirumah? atau mami yang lebih dominan? Bagaimana dengan respectful? Terkadang juga soal "tone of voice" ayah yang sering tidak peka, mungkin tidak marah tapi nadanya seperti marah karena sedang capek sehingga ana berpikir papi kok marain aku?? nah dalam hal ini istri harus bantu suami dengan mengatakan 'papa ga marah kok, cuma lagi capek.. iya kan pa??' dsbnya...
Nah bapak2 kudu sering maen ama anak tuh... so far rikky adalah papa yang baik buat ivy, dia sering ajak ivy maen bahkan pernah juga dating ama ivy. Thanks ya ky... :)

Ada beberapa tips yang diberikan Ms. Anne untuk bisa mengajarkan anak2 kita ketaatan. (aku juga sedang terus berusaha melakukan hal ini untuk ivy ;p)

1. FIRST TIME OBEDIENCE
Senang rasanya kalau anak kita bisa "segera taat", yang harus kita lakukan adalah mengajarkan anak-anak untuk :
a. Eye Contact. Baik kita yang menyampaikan dengan anak yang menerima order, ada eye
contact. Karena dengan begitu kita yakin anak itu "ready to receive". Kalo tidak ada eye
contact kesannya jadi tidak serius. Mungkin yang sering mommy2 lakukan adalah
memerintahkan sesuatu dari tempat yang jauh sambil berteriak. Misalnya dari dapur kita
teriak2.. "Nak mandi yah..." dan anak lagi nonton tv.. percaya deh kita bisa ngomong atau
teriak2 lebih dari 3 kali :) karena anak ga nganggep itu serius
he...he... aku suka tuh melakukan hal ini, ampe capek rasanya untuk berteriak2. bisa lebih
dari 3 kali lho. Tapi emang beda kalau kita datengin dia. Aku coba beberapa hari ini sama
ivy, dan memang dia lebih konsen karena aku ngomong di depan mukanya :)

b. "Yes Mom!"
Nah ini kudu diajarin tuh. Bagaimana ketika kita panggil anak kita, mereka langsung bisa
menjawab "Yes Mom!" atau "Yes Pa!" tentunya dengan nada yang baik ya.. bukan nada
menggerutu atau membentak.
Untuk pertama kali aku buat permainan ama ivy... setiap aku panggil "Ivy" aku minta dia
lari dateng ke aku dan jawab "Yes mami!" setelah itu aku peluk dia.. Nah dia bole panggil
aku juga "Mami.." lalu aku dateng ke dia dan jawab "Yes Ivy!" lalu dia peluk aku.. waktu
itu kami main bertiga sama mbaknya. Wah dia seneng n excited banget.. memang
tidak mudah setelah permainan selesai. Kita yang mesti ingetin dia untuk jawab "Yes
Mommy..."

Dua hal ini sebenernya hanya untuk menandakan kesiapan mereka dalam menerima instruksi.
Selain itu, waktu kita beri instruksi, kita harus tau bahwa instruksi itu bisa langsung dikerjakan, jangan buat mereka stress juga lah ya... :)

2. 5 MINUTES WARNING
Nah yang ini lebih baik lagi, karena kita kasih warning dulu.. mereka dikasih persiapan hati dulu, karena kita tau mereka sedang melakukan sesuatu yang mreka senangi. Misalnya
sedang main game atau lagi nonton, jangan tiba2 kita matiin gamenya atau tvnya.. karena itu
benar2 tidak fair untuk anak2.
Jadi kita bisa bilang "Nak, setelah film itu habis, kamu langsung mandi ya.." atau "10 menit
lagi tidur ya.. kamu atur sendiri permainannya ya..." dsbnya. Percaya deh mereka ga akan
langsung obey sama kita, kalau dah dikasih warning masih ga obey baru kita bertindak. Tapi
ga perlu marah2, cukup diingatkan bahwa tadi mami dah warning jadi ada waktu yang dikasih
untuk mereka persiapan... thats all..
Pengalaman sama ivy sih.. ketika aku suka teriak dan marah2, ga terlalu efek tu buat dia, tapi kalo aku ngomong tegas dengan nada datar.. dia lebih pay attention sih.. (bingung kali ya.. tumben mami ga bawel... he..he..)

3. NON-CONFLICT "TEACHING MOMENT"
Ini agak susah tapi bagus sekali kalau bisa dijalankan. Biasanya kita kasih nasehat sama anak
ketika atau setelah anak berbuat salah... bener ga?? padahal itu ga akan efek buat anaknya.
Apalagi masih ada sisa2 nangis2nya pasti dia ga akan denger jelas nasehat kita.
Yang paling baik adalah ambil waktu yang paling enak "tidak ada konflik" misalnya sebelum
tidur, lalu kita ingatkan apa yang terjadi tadi, dan baik buruknya seperti apa, atau kalau perlu
bacain cerita alkitab atau non alkitab yang berkaitan dengan kejadian tadi. Karena pada kondisi seperti ini anak lebih merasa ini sebagai waktu perbincangan yang menyenangkan, jadi pasti lebih pay attention. Secara tidak langsung kita juga mengajarkan kepada anak kita tentang "TRUTH" dalam Life application nya, melalui experience yang terjadi.

4. MAKE OBEDIENCE ATTRACTIVE
Belajar ketaatan, bisa melalui permainan lho... Sehingga anak-anak akan bisa lebih menikmati
proses ketaatan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Misalnya buat "Obedience Board". Buat
papan yang ada tulisan atau gambar (untuk anak2 balita) tentang kriteria2 yang akan dilakukan seperti: makan ga disuapin, makan duduk di kursi meja makan, ga susah minum vitamin, dll. Kalau kriteria2 itu dalam seminggu dapat terlaksana, maka akhir minggu setelah pulang gereja papa-mama akan ajak ke toko buku untuk beli buku yang dia dah inginkan.. dsbnya. Tapi hadiah jangan melulu berupa barang, bole juga berupa kebersamaan pergi berenang, atau makan bersama dsbnya.
Nah untuk yang ini aku belum jalanin, karena kudu ngobrol ama rikky dulu. Kalo ga sepakat
kan percuma :) tapi yang pasti aku mau coba.

Nah itu beberapa hal yang aku bisa share buat temen2 semua... jalanin nya dah pasti ga gampang. Butuh konsistensi dari orang tua. Dan yang pasti butuh ketulusan dan kasih sayang ortu untuk bisa didik anak kita sesuai jalan Tuhan.
Aku suka nangis ndiri kalo lagi stress ngadepin ivy. Dia bukan anak yang nakal skali sih.. tapi memang ada masa2 dia agak membangkang. Satu hal yang kulakukan adalah berdoa sama Tuhan, minta hikmat bijaksana, kesabaran dan ketenangan utk mendidik ivy. Dan Tuhan memang slalu memberiku ketenangan...

So... selamat mencoba ya teman2.... God Bless You all...