It's All About Us

Hi teman2 semua...
Di blog ini aku hanya akan men-share-kan hal-hal yang berkaitan dengan Family, Kids, Dating and Premarital. Semua itu aku dapat dari pembinaan2 yang aku ikuti, buku-buku yang kubaca, dan juga tentunya pengalaman2ku sehari2 dengan keluarga, ibu2 di sekolah ivy dan teman2 di gereja. Sayang rasanya kalau apa yang ku dapat tidak bisa kubagikan buat orang lain...
So.. hope ini smua bisa berguna untuk kita semua.
Slamat membaca.. Tuhan berkati.

Jumat, 29 Februari 2008

Reward...

Anak-anak paling seneng kalo dikasih hadiah.. Dan hal inilah yang lumayan sering kita pake supaya anak-anak kita obey sama kita... Agak-agak nyogok gitu...;p "kalo hari ini kamu pinter makannya, nti mama kasih permen.." or "kalo hari ini kamu ga nakal di sekolah, nti mama beliin buku cerita.." dll deh... Boleh ga ya??
Na kali ini aku mau sharing mengenai hal ini.. Reward berkaitan dengan pembentukan kedisiplinan dan ketaatan anak lho.. Ini aku juga dapet dari mom's academy di sekolah Ivy..
Jadi begini ya .... :
Ada 2 hal yang bisa kita lihat dalam diri anak kita, yaitu :
1. Pembentukan karakter
2. Skill

Kalau berhubungan dengan karakter, tabu lho kalau kita mengiming-imingi hadiah supaya dia berlaku baik. Karena karakter adalah sesuatu yang membentuk pribadi anak, akan seperti apakah dia nantinya. Kalau terus-terusan hadiah yang kita berikan, maka timbul kemungkinan terbesar anak kita akan berlaku baik kalo ada hadiahnya. Bukan karena dia tahu itu memang 'perilaku baik' yang harus dijalankan. Reward terbaik yang bisa kita berikan sama anak-anak berkaitan dengan karakter :
1. Verbal. berupa kata-kata seperti : "Hari ini kamu baik sekali, mama senang kamu bisa jadi contoh untuk adik kamu" Atau "Terimakasih ya nak.. kamu sudah bantu mama dengan membersihkan kamarmu sendiri, mama merasa kamu bisa jadi anak yang mama percaya.." dsbnya. Susah pasti ngomong begitu dengan tulus. Tapi believe deh.. anak2 kita seneng banget pasti kalo dipuji.. ampe gede juga seneng kan kalo dipuji ;p
2. Reward. Nah hadiah sih boleh2 aja dikasih, tapi bukan diiming-imingi dari awal. Misalnya, anak sudah bisa bangun pagi sendiri dan mempersiapkan diri ke sekolah dengan baik, tanpa rewel2.. lalu melihat hal itu bisa aja kita bilang "Nak, mama bangga sama kamu hari ini, nanti pulang sekolah mama mau ajak kamu makan pizza sebagai rasa sukacita mama hari ini karena liat anak mama pagi ini baik sekali.. mau ya??" Nah itu kan jadi hal yang tak diduga2.. dan pasti dia akan merasa excited.

Tapi kalau berkaitan dengan skill, selain kata-kata verbal yang kita berikan, kita boleh iming2i hadiah buat dia. Seperti "Kalau hari ini kamu bisa buat letter A sampai E mama akan kasih kamu sticker", atau "Hari ini kalau kamu mau latihan piano 30menit, mama akan kasih kamu sticker 1 lembar" dll. Kalau bisa, reward sesuai dengan tingkat skillnya. Kalau hanya sekedar untuk memacu 'kemauan latihan skill' kasih reward yang tidak terlalu besar nilainya. Tapi kalau misalnya anak lulus dari ujian balet, boleh kita kasih hadiah yang lebih besar nilainya.

Aku sendiri dah coba hal ini sama Ivy... karena awalnya dah salah (aku suka iming-imingi dia hadiah... he..he.. supaya Ivy obey ama aku), maka sampai saat ini walaupun tidak aku iming-imingi tetep aja Ivy minta hadiah.. ;p tapi so far sedikit demi sedikit Ivy dah lumayan ngerti bahwa perilaku baik yang dia lakukan itu memang harus dia lakukan dan dia tau itu semua menyenangkan hati Tuhan. Beberapa kali kalau dia sadar dia lagi nakal, ga obey, setelah itu dia bisa bilang "Ma.. Tuhan sedih ya kalo aku nakal??" Aku jawab "Iya. Mama papa juga sedih. Kamu mau minta maaf ga sama Tuhan??" Lalu sambil nangis Ivy doa "Tuhan ampuni Ivy ya.. dah nakal sama mama papa, ga obey sama Tuhan.." Wah waktu melihat Ivy berdoa seperti itu rasanya seneng banget hatiku.. jadi terharu n bangga bisa liat Ivy ngerti arti kata forgiveness. Ya walaupun abis itu Ivy suka tetep mengulangi ketidaktaatannya.. tapi bagi aku Ivy dah ngerti apa itu ketaatan sebenernya.
So.. kapan mau coba ke anak-anak kalian?? Coba deh.. n kudu sabar ya... God with you always..

Rabu, 27 Februari 2008

KONFLIK

Katanya nih ya... kalau pengen tau sifat orang seperti apa, kita bisa lihat dari caranya menghadapi konflik.
Konflik... menyingkapkan diri masing-masing.
Konflik yang terselesaikan.. dapat membuat pertumbuhan
Konflik merupakan indikator quality of relationship....
Jadi jangan pernah takut untuk konflik...
Lagi pacaran.... kudu konflik... biar kita tahu siapa pasangan kita sebenernya...
Dah Nikah.... konflik melulu... ha..ha.. wajar kok.. tapi yang penting adalah bagaimana kita menyelesaikan konfliknya...

Selamat berkonflik... dan selamat menyelesaikannya.

Selasa, 19 Februari 2008

Obedience

Di mom's academy tgl. 19 Feb'08 aku belajar soal 'bagaimana supaya anak bisa taat?'. Dan ternyata semua masalah mami2 sama... anak-anak yang sulit sekali langsung berkata "yes mommy" ketika diperintahkan atau diminta sesuatu hal.
Di kelas kali ini ada beberapa hal yang bisa dicatat dari apa yang Ms Anne Kartawijaya sampaikan. It's all about "OBEDIENCE".

Kira-kira apa ya yang menyebabkan ketidaktaatan seorang anak?
1. DOUBLE STANDARD
adanya standard yang berbeda antara suami-istri, mertua, mungkin juga dengan suster/pembantu. Maksudnya double standard adalah standard yang dibuat berbeda antara satu dengan yang lain. Mama bilang anak hanya boleh makan permen maximum 1 dalam 1 hari. Tapi oma kasih lebih banyak permen. Atau mami tidak bolehkan ini.. papi bolehkan.. dan lain sebagainya....
Hmmm.. so far sih aku n rikky lumayan kompak ya.. dasih juga kooperatif. Paling oma-oma atau opa-opa.. tapi ivy jarang sih ketemu mereka :)
Jadi seharusnya pakai standard apa ya?? Ya yang jelas adalah "STANDARD ALKITAB", bagaimana mengaplikasikan Firman Tuhan dalam mendidik anak kita.

2. CHILD CENTERED (vs GOD CENTERED)
kita bisa tau apakah anak bener2 jadi center kita atau tidak, paling tidak dari 2 hal ini :
1. siapa yang lebih kita pentingkan? suami atau anak? kalau kita biarkan suami tidur di bawah
lalu anak tidur sama kita.. so?? He..he.. maap ya rik kalo aku suka melakukannya :)
2. seberapa banyak uang yang kita habiskan untuk anak? beli mainan ini.. baju itu.. makanan
itu.. dll. Bole ga?? Bole-bole aja sih tapi kalau sampai 80-90% budget kita hanya untuk itu,
bijaksanakah??? ups.. he..he.. sekali lagi maap ya ky...

3. MIS COMMUNICATION
soal komunikasi ada buku bagus tentang 5 bahasa kasih untuk anak, yang mungkin tanpa kita sadari sebenernya kita sudah tau 5 bahasa kasih ini, cuma ga dilaksanain aja..
1. Verbal - perkataan, ct: "aduh kamu pinter ya.. mama sayang sama kamu.."
2. Physical (sentuhan, ciuman, pelukan)
3. Gifts / Hadiah
4. Service (apa yang kita lakukan untuk anak, seperti membantunya melakukan sesuatu, dll)
5. Special Moments (rayakan b'day, spend time together.. kasih waktu khusus untuk bisa
bicara atau bermain dengan anak)
Kalo anak kurang mendapatkan 5 hal diatas, mereka bisa merasa :
1. insecure
2. bad mood
3. curiosity

4. LACK FIGURE OF AUTHORITY
Figur ayah amat menentukan prilaku anak. Apakah ayah seorang yang sangat pasif dirumah? atau mami yang lebih dominan? Bagaimana dengan respectful? Terkadang juga soal "tone of voice" ayah yang sering tidak peka, mungkin tidak marah tapi nadanya seperti marah karena sedang capek sehingga ana berpikir papi kok marain aku?? nah dalam hal ini istri harus bantu suami dengan mengatakan 'papa ga marah kok, cuma lagi capek.. iya kan pa??' dsbnya...
Nah bapak2 kudu sering maen ama anak tuh... so far rikky adalah papa yang baik buat ivy, dia sering ajak ivy maen bahkan pernah juga dating ama ivy. Thanks ya ky... :)

Ada beberapa tips yang diberikan Ms. Anne untuk bisa mengajarkan anak2 kita ketaatan. (aku juga sedang terus berusaha melakukan hal ini untuk ivy ;p)

1. FIRST TIME OBEDIENCE
Senang rasanya kalau anak kita bisa "segera taat", yang harus kita lakukan adalah mengajarkan anak-anak untuk :
a. Eye Contact. Baik kita yang menyampaikan dengan anak yang menerima order, ada eye
contact. Karena dengan begitu kita yakin anak itu "ready to receive". Kalo tidak ada eye
contact kesannya jadi tidak serius. Mungkin yang sering mommy2 lakukan adalah
memerintahkan sesuatu dari tempat yang jauh sambil berteriak. Misalnya dari dapur kita
teriak2.. "Nak mandi yah..." dan anak lagi nonton tv.. percaya deh kita bisa ngomong atau
teriak2 lebih dari 3 kali :) karena anak ga nganggep itu serius
he...he... aku suka tuh melakukan hal ini, ampe capek rasanya untuk berteriak2. bisa lebih
dari 3 kali lho. Tapi emang beda kalau kita datengin dia. Aku coba beberapa hari ini sama
ivy, dan memang dia lebih konsen karena aku ngomong di depan mukanya :)

b. "Yes Mom!"
Nah ini kudu diajarin tuh. Bagaimana ketika kita panggil anak kita, mereka langsung bisa
menjawab "Yes Mom!" atau "Yes Pa!" tentunya dengan nada yang baik ya.. bukan nada
menggerutu atau membentak.
Untuk pertama kali aku buat permainan ama ivy... setiap aku panggil "Ivy" aku minta dia
lari dateng ke aku dan jawab "Yes mami!" setelah itu aku peluk dia.. Nah dia bole panggil
aku juga "Mami.." lalu aku dateng ke dia dan jawab "Yes Ivy!" lalu dia peluk aku.. waktu
itu kami main bertiga sama mbaknya. Wah dia seneng n excited banget.. memang
tidak mudah setelah permainan selesai. Kita yang mesti ingetin dia untuk jawab "Yes
Mommy..."

Dua hal ini sebenernya hanya untuk menandakan kesiapan mereka dalam menerima instruksi.
Selain itu, waktu kita beri instruksi, kita harus tau bahwa instruksi itu bisa langsung dikerjakan, jangan buat mereka stress juga lah ya... :)

2. 5 MINUTES WARNING
Nah yang ini lebih baik lagi, karena kita kasih warning dulu.. mereka dikasih persiapan hati dulu, karena kita tau mereka sedang melakukan sesuatu yang mreka senangi. Misalnya
sedang main game atau lagi nonton, jangan tiba2 kita matiin gamenya atau tvnya.. karena itu
benar2 tidak fair untuk anak2.
Jadi kita bisa bilang "Nak, setelah film itu habis, kamu langsung mandi ya.." atau "10 menit
lagi tidur ya.. kamu atur sendiri permainannya ya..." dsbnya. Percaya deh mereka ga akan
langsung obey sama kita, kalau dah dikasih warning masih ga obey baru kita bertindak. Tapi
ga perlu marah2, cukup diingatkan bahwa tadi mami dah warning jadi ada waktu yang dikasih
untuk mereka persiapan... thats all..
Pengalaman sama ivy sih.. ketika aku suka teriak dan marah2, ga terlalu efek tu buat dia, tapi kalo aku ngomong tegas dengan nada datar.. dia lebih pay attention sih.. (bingung kali ya.. tumben mami ga bawel... he..he..)

3. NON-CONFLICT "TEACHING MOMENT"
Ini agak susah tapi bagus sekali kalau bisa dijalankan. Biasanya kita kasih nasehat sama anak
ketika atau setelah anak berbuat salah... bener ga?? padahal itu ga akan efek buat anaknya.
Apalagi masih ada sisa2 nangis2nya pasti dia ga akan denger jelas nasehat kita.
Yang paling baik adalah ambil waktu yang paling enak "tidak ada konflik" misalnya sebelum
tidur, lalu kita ingatkan apa yang terjadi tadi, dan baik buruknya seperti apa, atau kalau perlu
bacain cerita alkitab atau non alkitab yang berkaitan dengan kejadian tadi. Karena pada kondisi seperti ini anak lebih merasa ini sebagai waktu perbincangan yang menyenangkan, jadi pasti lebih pay attention. Secara tidak langsung kita juga mengajarkan kepada anak kita tentang "TRUTH" dalam Life application nya, melalui experience yang terjadi.

4. MAKE OBEDIENCE ATTRACTIVE
Belajar ketaatan, bisa melalui permainan lho... Sehingga anak-anak akan bisa lebih menikmati
proses ketaatan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Misalnya buat "Obedience Board". Buat
papan yang ada tulisan atau gambar (untuk anak2 balita) tentang kriteria2 yang akan dilakukan seperti: makan ga disuapin, makan duduk di kursi meja makan, ga susah minum vitamin, dll. Kalau kriteria2 itu dalam seminggu dapat terlaksana, maka akhir minggu setelah pulang gereja papa-mama akan ajak ke toko buku untuk beli buku yang dia dah inginkan.. dsbnya. Tapi hadiah jangan melulu berupa barang, bole juga berupa kebersamaan pergi berenang, atau makan bersama dsbnya.
Nah untuk yang ini aku belum jalanin, karena kudu ngobrol ama rikky dulu. Kalo ga sepakat
kan percuma :) tapi yang pasti aku mau coba.

Nah itu beberapa hal yang aku bisa share buat temen2 semua... jalanin nya dah pasti ga gampang. Butuh konsistensi dari orang tua. Dan yang pasti butuh ketulusan dan kasih sayang ortu untuk bisa didik anak kita sesuai jalan Tuhan.
Aku suka nangis ndiri kalo lagi stress ngadepin ivy. Dia bukan anak yang nakal skali sih.. tapi memang ada masa2 dia agak membangkang. Satu hal yang kulakukan adalah berdoa sama Tuhan, minta hikmat bijaksana, kesabaran dan ketenangan utk mendidik ivy. Dan Tuhan memang slalu memberiku ketenangan...

So... selamat mencoba ya teman2.... God Bless You all...